Sehabis taraweh malam ini,aku duduk di depan pintu rumahku. Aku menikmati angin yang terus berhembus ke dalam dada yang sedang kacau dengan perasaannya. Sampai menulispun aku hanya ingin melegakan saja
Asal kamu tau, nanti ketika seluruh manusia di bumi ini mencemoohmu, ingat masih ada yang sayang sama kamu, ketika orang-orang yang sayang padamu meninggalkanmu, ingat kamu masih punya keluarga yang akan terus mensupportmu dengan tulus, dan bila nanti keluargamu sendiri sudah lelah membantumu, ingat…. Kamu punya Allah. Ketika seluruh pegangan akan terlepas dari genggamanmu hanya genggaman Allah saja yang akan menyelematkanmu… Ketika kamu merasa bergantung terus menerus pada apapun dan siapapun, ketika itu Allah cemburu ingin diperlakukan lebih dari yang kau lakukan pada genggaman kamu itu, wallahualam.
Cuma butuh Allah sekarang aku memang bukan pria yang hebat, yang dapat melakukan sesuatu dengan cepat dan benar. Aku pria yang sedang belajar, pria yang dari perubahan sosok anak laki-laki kecil menjadi sosok yang ingin dianggap dewasa. Aku sosok pria yang masih harus diberitau dengan nada halus bukan dengan nada kasar karna aku sebenarnya benci sekali dengan suara meninggi mungkin baginya itu terlihat mudah, tapi bagiku itu belumku pahami benar makanya terlihat salah…oohhh Tuhan… Mengapa yang ku lakukan dianggapnya salah teruus aku harus apa jika aku diam saja masih disalahkan…
Allah cuma Engkau yang mengerti aku dan mengerti isi hati ini, begitu ikhlas melakukan ini-itu untuk membantunya untuk selalu membuat nya merasa nyaman dan Bahagia , aku ikhlas karna aku juga mengharapkan ridho dariMu tapi bagaimana bila semua selalu terlihat salaaahhh…
kamu bingung yah aku nulis gak nyambung…? maaf yah aku cuma lagi kacau yang ingin melepasnya lewat tulisan… berharap rasa ini akan terbang hilang ketika aku selesai menulisnya




