Kau kuat menanggung beban kandungan
Sembilan bulan.
Ibu
Kau sabar membiarkanku berada di sana
Hingga proses kelahiran.
Ibu
Kau saksi betapa sakit persalinan
Batas tipis hidup mati yang kau taruhkan.
Ibu
Saat tangis mungilku terdendangkan
Berderai tangis harumu beriring senyum kebahagiaan.
Ibu
Bayi itu kau selimuti kasih sayang
Dengan perasaan tulus tak terbantahkan.
Ibu
Kau saksi pertama aku berceloteh mungil
Saksi pertama langkah-langkah kecil ku.
Ibu
Caramu indah dalam membesarkanku
Meski harus menempuh liku-liku.
Ibu
Saat dewasaku
Tak ingin ku menjadi saksi beribu pilumu.
Ibu
Aku ingin kau senantiasa bahagia
Meski dalam sahaja
Bersama lelaki tercinta
Yang biasa kusapa ayah.
Ibu
Aku ada





0 comments:
Posting Komentar